REFLEKSI HIDUP,,,
Saturday, 02nd May 2009
Dear, My diary…..
Firasat apalagi ini Tuhanku yg Maha Mengetahui?? Engkau berikan aku kepekaan yg selalu menjadi kenyataan dalam hari-hariku, aku berharap ini adalah bukan hal buruk atau sesuatu yg menakutkan terjadi padaku atau orang dekat sekelilingku. Firasat itu slalu kutanyakan dalam hatiku melalui insting yang kupunya, aku merasa nyaman terhadap apa yang telah engkau berikan dan yang telah kau gariskan untukku. Walaupun engkau telah mengambil dan menjemput 2 orang yg sangat berarti dalam hidupku untuk kau jentikkan ke dalam surgamu tapi aku yakin skali bahwa smuanya menjadi rahasiamu. Menangis, berduka, tertawa, bahagia adalah bagian dari “refleksi hidup”
Ijinkan aku tersungkur dan bersujud dalam doaku mengucap syukur… itulah yang bisa kulakukan saat ini.
Tuhanku, aku ingin bertanya kepadaMu apakah pasangan hidupku kelak adalah bersama dia yg sudah kujalani selama setahun ini..?? Apapula dosaku kenapa engkau menghadirkan orang-orang dimasa laluku hanya untuk menyiksaku?? Seribu tanya berkecamuk dalam benakku.. adakah aku menyakiti mereka?? Tidak Tuhanku, setitikpun aku tidak pernah membuat mereka menitikkan air matanya, adilkah ini??
Apakah kata “maaf” itu harganya sangat mahal?? Aku bisa merasakan maaf yang benar-benar diucapkan tulus atau hanya dibibir saja dan itu hanya bisa aku rasakan dalam setiap aliran darah ditubuhku. Waktu setahun belumlah cukup untukku bisa mengenali sosoknya… Kenapa sekarang aku tidak mengenali sosok dia yang seperti dulu pertama kali kubuka lembaran bersamanya. Kusandarkan bebanku dipundaknya. Hari-hariku sangat indah kurasakan pada saat itu. Kenapa sekarang semuanya berubah Tuhanku, ada apa dengannya..?? Cinta itu terasa hampa dan tidak sehangat dulu. Apakah ini disebut dengan metamorfosa perjalanan cinta seperti bayi merangkak menaiki anak tangga satu demi satu? Jika dia terjatuh ia akan menangis dan jika ia dituntun dengan jalan yang benar ia akan memulainya lagi… Yang kuminta saat ini hanyalah Engkau bisa slalu menjaga cinta kami, jika memang takdir berkata : “cintanya bukan untukku dan cintaku bukan untuknya” tak akan kami paksakan karna cinta itu tak lagi sama….
Jangan sampai kata maafku tak bisa lagi terucap untuknya, seperti bom waktu yang siap meledak!! Rasanya aku memiliki seribu kesabaran menghadapi makian, kata-kata yang kurang pantas diucapkan ataupun hal-hal kecil yang menjadi besar. Itu akan menjadi mimpi terburukku yang siap menoreh lembaran cintaku kembali. Aaaah Tuhanku aku tidak ingin hal itu terjadi padaku lagi….
Apakah dia akan takut jika kehilangan aku Tuhan?? Tapi aku ingat sesuatu bahwa dia pernah berkata padaku, jika ia tidak pernah takut kehilangan aku kalau saja saatnya tiba ia harus meninggalkanku, disitu aku menyimpulkan kalau rasa cintanya tidak sedalam rasa cintaku padanya. Akupun harus menyiapkan diri jika rasa cintanya sudah hilang kemudian berlalu dari hidupku berarti mimpi terburuk itu akan kembali menghantuiku. Aku pernah membaca sebuah buku, jika kita mencintai seseorang kita harus siap juga ditinggalkan. Tapi sebenarnya itu tidak berlaku buatku karena aku slalu tidak memiliki kesiapan untuk itu karena setiap kali aku belajar mencintai seseorang slalu dari hati dengan kedalaman cintaku. Aku tidak ingin menyakiti maka dari itu aku juga tidak ingin disakiti….
Aku masih punya satu pertanyaan lagi untukMu wahai Tuhanku. Mungkin saat ini dia sedang labil dan gelisah mengenai masa depannya yang tidak menentu, aku slalu berdiri dibelakangnya untuk memberikan cinta kasih yang sangat dalam kepadanya.. aku juga slalu memikirkannya setiap saat tak ada habisnya karena cintaku hanya untuknya. Acap kali kami berselisih paham dia slalu berkata “kamu tidak pernah tau apa yang ada dalam pikiranku” Apa waktu sekian lama ini belum bisa kubaca pikirannya…?? Aku sudah tau betul apa yg ia pikirkan tetapi tidak perlu aku jelaskan secara gamblang satu persatu akan menghabiskan berlembar-lembar kertas. Akupun telah merenungi bagian-bagian dari pikiran itu dan tidak tinggal diam. Kulakukan semuanya untuk bisa membahagiakannya… Iapun tidak juga menyebutkan kapan kami akan menikah. Menunggu adalah jawaban yang tepat untuk saat ini. Entah kapan hari bahagia itu akan tiba lagi-lagi smuanya RahasiaMu Tuhanku..
Kali ini aku meminta padaMu, kembalikan dia dengan sosok hangatnya serta cintanya yang bisa benar-benar kurasakan yang nantinya bisa menjadi bekal yang kuat untukku memantapkan langkahku kembali untuk menjemput mimpi-mimpi kami. Letih sudah aku berteman dengan kegagalan, kuberharap dia yang terbaik dan terakhir untukku.
Tuhanku….
Rupanya mata ini sudah tidak sanggup menulis lebih dalam lagi karena engkau pasti tidak ingin melihatku menitikkan air mata terus menerus oleh sebab itu aku sudahi dulu segala ungkapan hatiku malam ini. Engkau adalah pendengar setiaku meskipun aku berbicara dari hati tapi aku yakin Engkau mendengarnya.
Aku sangat mencintaiMu Tuhanku, lindungilah selalu aku tanpa batasmu…






